BRMP Aceh Monitoring Pemulihan Pertanian Pascabencana di Kota Langsa
Langsa - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melaksanakan monitoring pemulihan sektor pertanian pascabencana di Kota Langsa. Kegiatan berlangsung di sejumlah titik di Desa Sukarejo dan Desa Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, dengan melakukan koordinasi serta peninjauan langsung terhadap kondisi dan perkembangan sarana pendukung pertanian di lapangan.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Katimker, serta penyuluh pertanian setempat. Koordinasi dilakukan untuk menyinkronkan informasi mengenai perkembangan Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) dan kondisi kegiatan pemulihan pertanian di wilayah tersebut.
Peninjauan lapangan kemudian dilakukan di Desa Sukarejo yang memiliki luas lahan mencapai 99 hektare. Salah satu lokasi yang dikunjungi merupakan lahan Kelompok Tani Melati seluas 25 hektare. Di lokasi tersebut, tim melihat proses rehabilitasi saluran irigasi dan pematang, termasuk kegiatan pembersihan serta galian sedimen. Dari Desa Sukarejo, kegiatan dilanjutkan ke Desa Cinta Raja. Di wilayah ini, tim meninjau kegiatan rehabilitasi saluran irigasi serta pembangunan irigasi perpompaan pada Kelompok Tani Makmur yang memiliki lahan seluas 12,5 hektare.
Selain peninjauan lapangan, tim BRMP Aceh juga melakukan pertemuan dengan Geuchik Desa Cinta Raja. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi untuk memperoleh informasi mengenai kondisi pertanian dan perkembangan kegiatan di wilayah desa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan pertemuan bersama penerima manfaat, khususnya petani, untuk berdiskusi mengenai bantuan yang diterima dan pemanfaatannya.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Aceh melakukan pendampingan sekaligus melihat secara langsung perkembangan penanganan sarana dan prasarana pertanian di wilayah terdampak. Informasi yang diperoleh dari hasil koordinasi dan kunjungan lapangan selanjutnya menjadi bagian dari sinkronisasi data dan bahan dalam mendukung proses pemulihan pertanian.
Hasil kegiatan diharapkan dapat mendukung penanganan dan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana serta memastikan kegiatan pemulihan berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.